- WartaUsulan Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman Memperpendek Jam Puasa Selama bulan Ramadan, Tuai Perdebatan
- WartaArab Saudi Mengangkat Ulama Ultrakonservatif Wahabi Sheikh Saleh bin Fawzan Sebagai Mufti Agung
- WartaPembangunan Pusat Kajian Islam Asia Tenggara, Sebagai Amanat Gus Dur Akhirnya Terwujud
- OpiniRuntuhnya Moral Religiusitas Orang Terkenal
- OpiniMenghamba Melalui Kesalehan Etika, Ritual dan Sosial

Dari Politisi Menjadi Ulama Terkemuka
Segera setelah Ayah Hisyam II dari dinasti Hakam II memberikan karpet merah pada anak remajanya itu untuk melanjutkan kekuasaan di Cordoba perkiraan antara tahun 976-1009 Masehi, situasi politik di Kota tersebut mulai tak terkendali dan bahkan memburuk. Sebab pejabat-pejabat di lingkaran Istana yang menjadi pelaksana harian politik Hisyam II, sang penguasa yang masih muda itu tak mampu apa-apa karena dipaksa jadi penguasa Andalusia oleh keluarganya.
Diperparah lagi dengan memberi sepenuhnya legitimasi pada seniornya yaitu Al-Manshur bin Amir untuk mengatur semua kebijakan Istana. Kata seorang pemikir Mesir Abu Zahrah (w.1974) “Kecelakaan terbesar negara jika seorang mengangkat anak ingusan jadi penguasa.”
Masih menurut Abu Zahrah, pada saat itu terjadi instabilitas politik di Cordoba dan banyak terjadi fitnah di lingkungan istana. Penyelewengan negara di dalam istana oleh para pembantunya secara terang-terangan begitu nampak dan bahkan negeri Kordoba mengalami kekacauan besar.
Seorang anak pejabat di lingkungan Istana bernama Ibnu Hazm ketika masih kanak-kanak, ia menjadi manusia pertama yang menyaksikan keganjilan-keganjilan pejabat istana dan merasakan manipulasi kebijakan negara yang dia rasakan cukup aneh. Ia tersulut amarah, terguncang jiwanya atas situasi itu.
Ibnu Hazm merupakan anak dari pejabat penting di lingkungan Istana tersebut. Bagaimana tidak, Ibnu Hazm adalah anak dari seorang ulama terpandang dan sekaligus pejabat penting di lingkungan Istana harus menyaksikan semua manipulasi politik yang dilakukan oleh rekan terdekat ayahnya. Ketika ayahnya sudah tak menjadi pejabat Istana dan sesaat setelah ayahnya meninggal serta situasi politik di Kordoba semakin memburuk, ia meninggalkan Cordoba menuju selatan yaitu Almeria.
Meniti Karir Politik di Almeria Sampai Kembali Ke Cordoba
Di Kota Almeria, Ibnu Hazm mulai meniti karir politik pertamanya diperkirakan pada usia 30 tahun-an. Selama kurang dari 5 tahun lamanya, Ibnu Hazm tak mendapat privilege dari keluarganya yang menjabat di Almeria. Bahkan kegiatan politik yang dilakukannya terendus oleh penguasa pusat, atas perintah pusat Ibnu Hazm harus mendekam di balik jeruji besi beberapa bulan bersama sahabat dekatnya Muhammad bin Ishaq sebelum selanjutnya diekstradisi ke pinggiran kota Sevilla.
Bagi Ibnu Hazm, Kota Almeria sebegitu penting bagi kehidupan dan karir politik serta pergumulannya di dunia intelektual suatu saat nanti. Tak hanya sebagai Kota pengasingan untuk suaka politik, akan tetapi Almeria merupakan sebagai renungan ontologis dalam pergumulan batin dirinya dan nalar filsafatnya. Tempat memulai karir politik dan intelektual serta menjadi pemuka agama sekaligus di hari tuanya kelak.
Di Sevilla, tepatnya di perkampungan kecil bernama Hishn al-Qashr, ia tinggal di rumah Ibnu Muqaffa selama dua bulan. Kemudian ia berlayar ke Valencia untuk bergabung bersama kelompok politik Al-Murtadha bin Abdurrahman bagian dari penguasa lama sebelum Cordoba dikuasai kelompok Alawi.
Ibnu Hazm masuk bagian dari kekuasaan Al-Murtadha di Valencia, ia menjadi pembantu khalifah di bidang politik dan keamanan. Ibnu Hazm dan Murthadha menyusun kekuatan di Valencia, Ibnu Hazm memimpin pasukan di Granada untuk bertempur dengan Bani Mahmud.
Pertempuran di Granada dimenangkan pasukan Bani Mahmud tentara Ibnu Hazm kalah, mengakibatkan kematian Al-Murtadha. Ibnu Hazm di penjara kemudian diasingkan kembali ke Sevilla. Selama di Valencia, Ibnu Hazm tidak pernah mengunjungi Cordoba kecuali pada tahun 409 hijriah. Kemudian Ibnu Hazm baru mengunjungi kembali kota tersebut sampai Mustadzhar berkuasa di tahun 414 hijriah.
Akhir Perjalanan Politik Ibnu Hazm dan Menjadi Ulama Terkemuka
Karir politik Ibnu Hazm terus menanjak sejak Abdurrahman al-Mustadzhar sebagai penguasa. Kemudian Ibnu Hazm diangkat menjadi salah satu Wazir di pemerintahaan Mustadzhar pada tahun 414 Hijriah. Tapi itu tak berlangsung lama hingga terbunuhnya Mustadzhar, Ibnu Hazm kembali dipenjara. Setelah bebas dari penjara, pada masa pemerintahan Hisyam al-Muta’ad antara tahun 418-422 hijriah, Ibnu Hazm kembali diangkat menjadi pejabat negara.
Pada tahun-tahun itu, kata Yaqut Hamawi (w.1229 M) penulis kitab Mu’jam Ubada; merupakan puncak karir politik Ibnu Hazm berakhir, selanjutnya Ibnu Hazm memutuskan untuk tidak kembali ke dunia politik. Setelah itu, Ibnu Hazm banyak berkonsentrasi di dunia intelektual dan bergelut mendalami informasi tentang ilmu hadits. Demikian pula ia banyak mendalami filsafat dan bertungkus lumus menulis berbagai macam kitab.
Kata Sha’id bin Ahmad sebagaimana dijelaskan Ibnu Baskuwal dalam kitab Al-Silah (1990:605.II) Sudah bukan rahasia lagi bagi penduduk Andalusia kalau Ibnu Hazm itu seorang ulama tersohor yang menguasai banyak disiplin ilmu pengetahuan. Ibnu Hazm sangat menguasai ilmu retorika, balaghoh, sastra, biografi, ahli sejarah dan ahli logika. Karya Ibnu Hazm menurut informasi anaknya yang bernama Abu Rafi’, Ibnu Hazm menulis kitab sebanyak 400 volume dan perkiraan menurut Abu Rafi’ ada 80 ribu halaman.
***
Di samping itu, murid Ibnu Hazm bernama Abdullah Humaidi menyebut dalam kitab Jadzwah al-Muqtabis (2008: 449) Ibnu Hazm adalah seorang ulama penghapal ilmu hadits dan fiqh, ia selalu menetapkan hukum berdasarkan teks Qur’an dan Hadits. Selain itu ia menguasai ilmu-ilmu primer lain. Seorang Intelektual sekaligus asketis. Ia mantan politisi dan perwira tinggi negara. Selain pandai Ia pun berjiwa besar dan penuh tawadhu serta memiliki derajat yang tinggi. Banyak menulis karya berbagai disiplin ilmu pengetahuan terutama ilmu hadits, fiqh, riwayat, sanad, studi agama-agama, sastra, logika, dan lain-lain.
Koherensi kegiatan politik Ibnu Hazm dalam dua dekade pertama abad 4 hijriah jadi gambaran tokoh sangat ambisius di pergumulan politik Andalusia dalam pembelaanya terhadap politik keluarga Bani Umayah, terutama setelah kematian ayahnya. Akan tetapi, pada periode tersebut terutama di saat karir politiknya hancur, kehidupan Ibnu Hazm banyak dicurahkan pada ilmu pengetahuan dan kesarjanaan.
Periode ini sangat penting bagi karir intelektual seorang Ibnu Hazm setelah melepaskan diri dari karir politiknya, yang mana kehidupan intelektualnya kelak mengantarkan dirinya sebagai tokoh atau ulama terkemuka di dunia Islam hingga akhir hayatnya ia bersepi-sepi di kampung halamannya di sebuah desa kecil kota Huelva negeri Andalusia dan pada tanggal 28 Sya’ban 456 hijriah Ibnu Hazm menghembuskan nafas terakhir di dusun terpencil itu. []
Penulis : WS Abdul Aziz Katib MWC NU Cicendo Kota Bandung.
Redaksi
15 Des 2025
Perselisihan internal dalam tubuh Jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU) bukanlah anomali dalam sejarah NU. Sejak berdiri 1926, jam’iyah NU mengalami berbagai ketegangan internal yang justru sering menjadi mekanisme penyesuaian organisasi. Akan tetapi, kemelut Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada periode sekarang (2024–2025) memperlihatkan karakter yang berbeda dari konflik-konflik sebelumnya, khususnya jika dibandingkan dengan era Gus Dur …
Redaksi
26 Nov 2025
Dalam sejarah Intelektual klasik Islam, ada dua nama tokoh terkemuka yang menguncang khasanah kesarjanaan Islam baik di timur maupun di barat, yaitu Imam Ghazali (450–505 H) dan Ibnu Rusyd (520–595 H), mereka berdua sering diposisikan sebagai sosok yang mewakili dua arus pemikiran berbeda : spiritualitas dan rasionalitas, tasawuf dan filsafat, bahasa lainnya hati dan akal. …
Redaksi
23 Nov 2025
Kemelut yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada masa sekarang tahun 2025, bukanlah peristiwa pertama dalam sejarah perjalanan organisasi ini. NU sebagai organisasi sosial-keagamaan terbesar di Indonesia dengan ratusan jutaan warga dan ribuan pesantren tentu tidak luput dari dinamika internal, perbedaan pendapat, atau ketegangan antar-elitis. Dalam organisasi besar, gesekan adalah sesuatu yang …
Redaksi
14 Nov 2025
Sebelum membicarakan pemikiran Ibnu Rusyd atau Averoes di dunia Barat biasa disebut, terlebih dahulu mengetahui historiografi atau latar belakang Ibnu Rusyd dan aktivitas intelektualnya, berdasarkan sumber-sumber primer yang saya baca, ini cukup penting diketahui. Nama lengkap Ibnu Rusyd adalah Abu al-Walid Muhammad bin Muhammad bin Rusyd lahir di Cordoba pada tahun 520 H/1126 M, di …
Redaksi
31 Okt 2025
Majalah The Economist memuat kata tahunan pada tahun 2024 lalu, sangat menarik. Laporan itu memilih frasa “kakistokrasi” untuk menggambarkan kemenangan Donald Trump yang terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat. Kembalinya Trump ke Gedung Putih menurut laporan The Economist itu membawa pada konsekuensi penting, bukan saja bagi negara adikuasa itu sendiri, akan tetapi bagi negara tetangga dan …
Redaksi
28 Okt 2025
Absenya Etika dalam Politik Kita Dalam refleksinya Kiai Asep Cijawura merenungkan persoalan mendasar tentang masalah umat sekarang. Yaitu terjadinya krisis moral yang mengakibatkan problem pada kehidupan umat, dan berdampak melahirkan gap dalam segala multidimensi, terutama minat terhadap keilmuan dan kecakapan ekonomi yang mandiri jauh tertinggal. Sebagaimana ulama-ulama pembaharu dahulu Kiai Asep juga berpendapat, pangkalnya ada …
04 Sep 2025 291 views
Sejak kelahirannya Nabi Muhammad saw adalah manusia paling suci yang mana beliau tidak memiliki sedikitpun keburukan, beliau adalah seorang yang maksum. Moral etik selalu melekat dalam kesehariannya dan menyempurnakan akhlak menjadi misi utama dalam kerasulannya setelah menegakkan ajaran monoteis (Tauhid). Dua misi ini menjadi prinsip dasar ajaran Islam pada masa awal, yaitu doktrin Tauhid dan …
28 Okt 2025 217 views
Absenya Etika dalam Politik Kita Dalam refleksinya Kiai Asep Cijawura merenungkan persoalan mendasar tentang masalah umat sekarang. Yaitu terjadinya krisis moral yang mengakibatkan problem pada kehidupan umat, dan berdampak melahirkan gap dalam segala multidimensi, terutama minat terhadap keilmuan dan kecakapan ekonomi yang mandiri jauh tertinggal. Sebagaimana ulama-ulama pembaharu dahulu Kiai Asep juga berpendapat, pangkalnya ada …
09 Mar 2025 482 views
Bulan Ramadhan satu pekan lebih Insya Allah kita akan berjumpa dengan bulan penuh berkah, bulan tersebut merupakan bulan penuh ampunan, kita dituntut melaksanakan kewajiban-kewajiban dari Allah swt, seperti puasa bagi orang-orang yang beriman yang sanggup untuk menjalankannya, juga bulan itu telah diturunkannya kitab-kitab suci, khususnya Al-Quran,dalam dimensi kemanusian atau sosial pada bulan Ramadhan diwajibkan mengeluarkan zakat …
09 Mar 2025 450 views
Perkembangan tradisi keilmuan Islam pada abad ke-3 H melalui pendirian Khazain al-Hikmah berupa perpustakaan pribadi Ja’far al-Manṣûr yang diperluas pada masa Al-Mahdî sebagai Bait al-Hikmah menandai penerimaan atau setidaknya pengaruh berbagai aliran filsafat Yunanî (falsafah al-Yunân) sebagai bagian panjang diskursus epistemologi Islam. Pengaruh filsafat Yunani tidak hanya terbatas pada aliran peripatetik (masyâiyyah) yang ditandai penerjemahan bagian-bagian …
15 Mar 2025 477 views
Segera setelah Ayah Hisyam II dari dinasti Hakam II memberikan karpet merah pada anak remajanya itu untuk melanjutkan kekuasaan di Cordoba perkiraan antara tahun 976-1009 Masehi, situasi politik di Kota tersebut mulai tak terkendali dan bahkan memburuk. Sebab pejabat-pejabat di lingkaran Istana yang menjadi pelaksana harian politik Hisyam II, sang penguasa yang masih muda itu …
07 Feb 2024 514 views
Putra mahkota Saudi berencana membahas pengurangan jam puasa bagi umat Islam selama Ramadan. Namun, Komite Fatwa Pemerintah Daerah di Kurdistan mengatakan tidak bisa untuk mengikuti keputusan politik tentang puasa. Di sisi lain, mantan direktur Kementerian Agama mengatakan kepada VOA bahwa jika Arab Saudi membuat keputusan seperti itu, yang lain harus mempertimbangkan untuk mengikutinya, karena Arab …
14 Mar 2025 492 views
Makna Ulama menurut Al-Qur’an dan Hadits dapat dijelaskan sebagai orang yang memiliki pengetahuan agama yang mendalam, khususnya dalam hal ilmu tentang Allah, wahyu-Nya, serta ajaran-ajaran Islam. Berikut adalah sejumlah ayat Al-Qur’an dan hadis yang menyebutkan tentang ulama: 1.Makna Ulama dalam Al-Qur’an Surah Al-Fathir ayat : 28. اِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰۤؤُاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ …
Comments are not available at the moment.