
Mengintegrasikan Pemikiran Al-Ghazali dan Ibnu Rusyd
Dalam sejarah Intelektual klasik Islam, ada dua nama tokoh terkemuka yang menguncang khasanah kesarjanaan Islam baik di timur maupun di barat, yaitu Imam Ghazali (450–505 H) dan Ibnu Rusyd (520–595 H), mereka berdua sering diposisikan sebagai sosok yang mewakili dua arus pemikiran berbeda : spiritualitas dan rasionalitas, tasawuf dan filsafat, bahasa lainnya hati dan akal.
Padahal, apabila ditelaah lebih dalam, kedua tokoh ini tidak sedang memperjuangkan dua jalan yang saling menafikan, melainkan dua pendekatan penting yang saling melengkapi dalam membangun peradaban.
Imam Ghazali menegaskan bahwa keberhasilan peradaban hanya mungkin terwujud apabila manusia memulai dari pembersihan jiwa, adab, dan kesadaran batin. Melalui karya-karya seperti Iḥya ‘Ulūmud-Dīn dan Al-Munqidh min Al-Ḍalāl, ia menunjukkan bahwa ilmu tanpa integritas moral akan melahirkan kerusakan. Ia menyatakan :
“العِلْمُ بِلَا عَمَلٍ جُنُونٌ، وَالعَمَلُ بِلَا عِلْمٍ لَا يَكُونُ.”
“Ilmu tanpa amal adalah kegilaan dan amal tanpa ilmu tidak akan tegak”.
Sebaliknya, Ibnu Rusyd tampil dengan kerangka rasionalitas yang kuat. Ia meyakini bahwa syariat memerintahkan manusia untuk menggunakan akal sebagai sarana memahami realitas dan ayat-ayat Tuhan. Dalam Faṣl Al-Maqāl, ia menegaskan :
“النَّظَرُ العَقْلِيُّ الَّذِي دَعَا إِلَيْهِ الشَّرْعُ وَاجِبٌ شَرْعًا.”
“Penalaran akal yang diperintahkan syariat adalah kewajiban secara syar‘i”.
Kedua pernyataan ini, apabila dipadukan, menunjukkan bahwa kemajuan Islam tidak mungkin dicapai dengan hanya mengedepankan akal tanpa spiritualitas, atau sebaliknya spiritualitas tanpa metodologi ilmiah. Yang diperlukan adalah sintesis : akal yang jernih dan hati yang bersih; Etika Ghazalian dan Logika Rusdhian.
Pada masa kini, umat Islam menghadapi tantangan multidisipliner, sains dan teknologi, ketimpangan sosial, tata kelola negara, etika publik, perubahan budaya dan krisis spiritual. Keduanya menawarkan kerangka yang saling mengisi :
Imam Ghazali memberikan landasan etika, maqasid, dan orientasi pembersihan diri yang penting agar ilmu dan kekuasaan tidak menyimpang.
Ibnu Rusyd memberikan metode berpikir, kerangka rasional, dan keberanian intelektual untuk menghadapi dunia modern.
Dengan memadukan keduanya, umat Islam dapat membangun peradaban yang berbasis akhlak namun progresif, berakar pada tradisi namun kompatibel dengan sains, berorientasi spiritual namun mampu merespons persoalan modern.
Pengantar dalam tulisan ini mengajak kita selaku Muslim yang prihatin dan peduli tentang Umat Islam di seluruh belahan dunia yang terpuruk dalam segala bidang. Untuk melihat dengan obyektif, bahwa Imam Ghazali dan Ibnu Rusyd bukan simbol pertentangan, tetapi dua pilar apabila disatukan, mampu menjadi fondasi bagi kemajuan Islam dalam pendidikan, ekonomi, sains, hukum, dan kehidupan sosial.
Peradaban Islam di masa depan membutuhkan ketenangan ruhani Al-Ghazali dan ketegasan rasionalitas Ibnu Rusyd. Dua cahaya yang ketika dipadukan, niscaya mampu menuntun umat Islam menuju kematangan intelektual dan moral.
Penulis: K.H.M. Asep Usman R ( Pimpinan Pondok Pesantren Cijawura Kota Bandung).
Redaksi
15 Des 2025
Perselisihan internal dalam tubuh Jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU) bukanlah anomali dalam sejarah NU. Sejak berdiri 1926, jam’iyah NU mengalami berbagai ketegangan internal yang justru sering menjadi mekanisme penyesuaian organisasi. Akan tetapi, kemelut Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada periode sekarang (2024–2025) memperlihatkan karakter yang berbeda dari konflik-konflik sebelumnya, khususnya jika dibandingkan dengan era Gus Dur …
Redaksi
23 Nov 2025
Kemelut yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada masa sekarang tahun 2025, bukanlah peristiwa pertama dalam sejarah perjalanan organisasi ini. NU sebagai organisasi sosial-keagamaan terbesar di Indonesia dengan ratusan jutaan warga dan ribuan pesantren tentu tidak luput dari dinamika internal, perbedaan pendapat, atau ketegangan antar-elitis. Dalam organisasi besar, gesekan adalah sesuatu yang …
Redaksi
14 Nov 2025
Sebelum membicarakan pemikiran Ibnu Rusyd atau Averoes di dunia Barat biasa disebut, terlebih dahulu mengetahui historiografi atau latar belakang Ibnu Rusyd dan aktivitas intelektualnya, berdasarkan sumber-sumber primer yang saya baca, ini cukup penting diketahui. Nama lengkap Ibnu Rusyd adalah Abu al-Walid Muhammad bin Muhammad bin Rusyd lahir di Cordoba pada tahun 520 H/1126 M, di …
Redaksi
31 Okt 2025
Majalah The Economist memuat kata tahunan pada tahun 2024 lalu, sangat menarik. Laporan itu memilih frasa “kakistokrasi” untuk menggambarkan kemenangan Donald Trump yang terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat. Kembalinya Trump ke Gedung Putih menurut laporan The Economist itu membawa pada konsekuensi penting, bukan saja bagi negara adikuasa itu sendiri, akan tetapi bagi negara tetangga dan …
Redaksi
28 Okt 2025
Absenya Etika dalam Politik Kita Dalam refleksinya Kiai Asep Cijawura merenungkan persoalan mendasar tentang masalah umat sekarang. Yaitu terjadinya krisis moral yang mengakibatkan problem pada kehidupan umat, dan berdampak melahirkan gap dalam segala multidimensi, terutama minat terhadap keilmuan dan kecakapan ekonomi yang mandiri jauh tertinggal. Sebagaimana ulama-ulama pembaharu dahulu Kiai Asep juga berpendapat, pangkalnya ada …
Redaksi
24 Okt 2025
Membincang tentang etika (akhlak), pembaharuan, dan kemandirian jadi percakapan rutin Kiai Asep Cijawura (begitu biasa saya menyebut) K.H.M. Asep Usman Rosadi (Pimpinan Pondok Pesantren Cijawura Kota Bandung). Tiga topik yang ditawarkan Kiai Asep tidak saja deskriptif, tetapi sekaligus perspektif sebagai falsafah hidup kesehariannya baik di lingkungan Pesantren maupun jamaahnya. Lanskap ide-ide tersebut juga sangat menarik …
10 Mar 2025 391 views
Setelah wafat KH. Abdurrahman Wahid ( Gus Dur ) pada 30 Desember 2009 banyak murid dan pengikutnya menyebut bulan Desember sebagai bulan Gus Dur. Berbagai ucapan, tulisan,opini, esai, meme, dan diskusi-diskusi bertemakan tentang pemikiran Gus Dur diselenggarakan, bertebaran banner, leaflet digital memenuhi linimasa media sosial kita. Jika boleh dikenakan dalam istilah sekarang Point of View (POV) Gus …
28 Okt 2025 190 views
lingkupminds.com – Pasca meninggal mufti agung Sheikh Abdulaziz bin Abdullah al-Sheikh September lalu. Alih-alih sekarang melakukan liberalisasi sosial, Kerajaan Arab Saudi menunjuk seorang ulama ultra konservatif Wahabi pada Rabu malam 22 Oktober 2015 waktu setempat sebagai mufti agung baru negara itu, ulama agama tertinggi di kerajaan. Sheikh Saleh bin Fawzan al-Fawzan, 90 tahun, ditunjuk posisi …
24 Okt 2025 216 views
Membincang tentang etika (akhlak), pembaharuan, dan kemandirian jadi percakapan rutin Kiai Asep Cijawura (begitu biasa saya menyebut) K.H.M. Asep Usman Rosadi (Pimpinan Pondok Pesantren Cijawura Kota Bandung). Tiga topik yang ditawarkan Kiai Asep tidak saja deskriptif, tetapi sekaligus perspektif sebagai falsafah hidup kesehariannya baik di lingkungan Pesantren maupun jamaahnya. Lanskap ide-ide tersebut juga sangat menarik …
15 Des 2025 90 views
Bandung, lingkupminds.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kubu Sultan berencana melakukan kegiatan peringatan Harlah 1 Abad NU yang akan digelar bersamaan dengan Konferensi Besar (Konbes) NU pada 31 Januari 2026 mendatang. Hal itu disampaikan Pejabat (Pj) Ketua Umum PBNU kubu Sultan KH Zulfa Mustofa saat Kunjungan Silaturahmi bersama Pengurus PWNU, Lembaga dan Badan Otonom …
31 Okt 2025 207 views
Majalah The Economist memuat kata tahunan pada tahun 2024 lalu, sangat menarik. Laporan itu memilih frasa “kakistokrasi” untuk menggambarkan kemenangan Donald Trump yang terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat. Kembalinya Trump ke Gedung Putih menurut laporan The Economist itu membawa pada konsekuensi penting, bukan saja bagi negara adikuasa itu sendiri, akan tetapi bagi negara tetangga dan …
10 Mar 2025 396 views
Pada bulan Ramadan di banyak tempat orang-orang berbicara tentang keinginan banyak merengkuh bongkahan tempat peribadatan, berduyun-duyun mendekati Tuhan. Mereka menghabiskan waktu dalam mantra-mantra doa, dzikir, ritual, dan bahkan ibadah secara bersemedi di tempat-tempat sunyi, dan menjauhi hiruk pikuk dunia. Lalu apakah mendekati Tuhan sebatas itu? Para nabi dan tokoh-tokoh spiritual dahulu menunjukkan bahwa kedekatan dengan Tuhan …
14 Nov 2025 148 views
Sebelum membicarakan pemikiran Ibnu Rusyd atau Averoes di dunia Barat biasa disebut, terlebih dahulu mengetahui historiografi atau latar belakang Ibnu Rusyd dan aktivitas intelektualnya, berdasarkan sumber-sumber primer yang saya baca, ini cukup penting diketahui. Nama lengkap Ibnu Rusyd adalah Abu al-Walid Muhammad bin Muhammad bin Rusyd lahir di Cordoba pada tahun 520 H/1126 M, di …
Comments are not available at the moment.